Buku Satanic Finance ini membahas apa yang
sebenarnya menjadi akar permasalahan ekonomi saat ini. Saat dimana para ahli
ekonomi dunia dibisiki oleh setan untuk mengatur perekonomian dunia ini dengan
cara yang dzalim. Maka, para ekonom, politikus atau siapa saja yang menjadi
pengatur ekonomi yang memiliki iman lemah berhasil terdaftar menjadi para
sahabat setan itu.
Tiga
pilar yang paling mendasar serta menjadi jurus utama para setan dalam menghancurkan
sistem perekonomian adalah fiat money, fractional reserve requirement dan
interest yaitu uang kertas, cadangan minimum, serta bunga yang mengandung riba.
Hal inilah yang dapat menghancurkan ekonomi apabila terus diterapkan dalam
sistem perekonomian.
Buku
ini mengisahkan sebuah cerita tentang 2 orang asing yang dating ke suatu negeri
yang penduduknya sangat makmur dan damai. Tolong menolong adalah budaya
utamanya. Mereka dating menawarkan mesin pencetak uang kertas yang akhirnya
membinasakan negeri tersebut. Hal ini tentunya terjadi melalui berbagai
tahapan.
Pertama,
mereka mencetak uang kertas dengan iming-iming menciptakan alat tukar yang
lebih praktis. Maka masyarakat beramai-ramai datang untuk menukarkan emasnya
dengan uang kertas yang sebenarnya tidak bernilai namun memiliki pengakuan di
daerah tersebut saja.
Permasalahan
muncul ketika dua orang asing ini mulai dirasuki setan dengan keserakahan,
mereka melihat bahwa masyarakat yang menukar kembali uang-uang itu dengan emas
mereka hanya sebesar 10%, akhirnya para sahabat setan ini mencetak lebih banyak
uang kertas yang sebenarnya tidak memiliki cadangan emas dan diedarkan kepada
masyarakat dengan cara memberi pinjaman dan juga harus dibayar melebihi hutang
yang diambil (bunga) sehingga peredaran uang meningkat dan akhirnya terjadi
inflasi.
Harga-harga
barang dan jasa menjadi naik. Orang-orang yang meminjam uang kepada bank tidak
sanggup membayar hutang-hutang mereka meskipun mereka telah bekerja keras.
Tentu saja hal ini terjadi sebagai akibat lebih banyak nilai yang dibutuhkan
dibanding dengan uang beredar ditambah uang-uang yang tidak mempunya backup
emas.
Maka inilah saat-saat krisis dalam ekonomi, dimana
orang-orang menjadi miskin akibat harta mereka yang ikut disita oleh bank
karena mereka tidak mampu membayar semua hutangnya. Rasa tolong-menolong yang
dulu merupakan budaya utama masyarakat tersebut, menghilang seketika karena
mereka disibukkan dengan hutang dan masalah masing-masing yang tak kunjung
selesai dan akhirnya menjadi masyarakat yang individualis dan egois.
Dalam buku ini juga dijelaskan bahanya hutang yang menjerat anak
manusia, kebiasaan berhutang yang ada pada masyarakat saat ini yang sebenarnya
merupakan masalah besar di akhirat nanti apabila ia tidak berhasil membayar
hutanngnya. Apalagi hutang-hutang yang dilakukan hanya karena ingin mengikuti
gaya hidup yang berlebihan dan percuma.
Salah satu bahaya hutang dalam perspektif individu hingga Negara
adalah saat hutang berbuah perbudakan. Negara-negara yang mempunyai hutang
terhadap Negara lain terpaksa mengikuti aturan-aturan main yang diberikan
Negara yang memberi pinjaman bahkan jika tidak sesuai prinsip sekalipun
dikarenakan hutang yang menghantui.
Salah satu solusi dari permasalah diatas adalah usaha mendobrak
sistem perekonomian kapitalis itu menjadi sistem perekonomian yang
diperintahkan Islam sebagaimana terdapat dalam quran dan hadis. Usaha yang lain
adalah mengganti kertas-kertas tak berharga itu dengan koin emas yang terus
stabil dari zaman ke zaman atau minimal menjadi backup uang-uang masyarakat
yang dilakukan dengan jujur. Dan termasuk usaha yang paling penting adalah
menghilangkan riba yang dosanya sangat besar itu. Keuntungan sedikit yang
diperoleh dari riba di dunia itu sama sekali tidak ada apa-apanya dibanding hukumannya
dipanggang hidup-hidup di neraka Jahannam.
Abby Tanagara (H54150075)